Kabar terlini- Indonesia memiliki artis-artis berbakat sejak dahulu kala yang kerap kali memberikan pertunjukan hiburan pada masyarakat Indonesia melalui tayangan-tayangan komedia ataupun karya seni lainnya. Namun demikian, banyak artis Indonesia yang terkenal dizamannya kemudian dikenal lagi tapi dalam situasi yang berbeda, bisa dalam keadaan sakit atau bahkan meninggalkan dunia ini.
Baru-baru ini, kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktris senior Mieke Wijaya meninggal dunia pada Selasa (3/5/2022) dalam usia 82 tahun. hal tersebut pun dikonfirmasi lewat postingan keluarga yang mengatakan Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah berpulang ibu kami, Hj Mieke Wijaya. Insya Allah husnul khatimah, mohon dimaafkan jika ada kesalahan mama.
Mike Wijaya Berpulang
Nia Zulkarnaen yang merupakan putri Mieke Wijaya mengatakan bahwa ibunya sempat dirawat di rumah sakit. Lebih lanjut, Nia Zulkarnaen memohon doa untuk mendiang ibundanya. Sempat sakit satu bulan dirawat di rumah sakit selama bulan puasa. Meskipun saat ini tak populer di kalangan muda Indonesia, namun Mieke Wijaya merupakan salah satu artis berprestasi pada tahun 198o an.
Dengan demikian para keluarga pun mengiklaskan dan mendoakan agar mudah-udahan diampuni dosa-dosanya, mudah-mudahan karyanya bisa dikenang selalu sebagai salah satu legenda perfilman Indonesia. Karena jiwa dan hatinya hanya untuk perfilman Indonesia. Nia Zulkarnaen juga membeberkan bahwa mendiang ibundanya menderita penyakit diabetes hingga kanker.
Adapun rencananya, jenazah Mieke Wijaya akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, siang nanti. Mieke Wijaya adalah salah satu aktris senior Tanah Air. Ia sudah membintangi puluhan judul film sejak tahun 1950-an. Beberapa film populer yang dibintanginya di antaranya Tiga Dara (1957), Ali Topan Anak Jalanan (1977), dan Ayat Ayat Cinta (2008).
Tak hanya itu, Mieke Wijaya juga terlibat dalam sinetron Losmen Bu Broto yang tayang di TVRI tahun 1986. Lewat aktingnya, Mieke Wijaya beberapa kali membawa pulang penghargaan pada era 1960 dan 1970-an. Ia berhasil membawa pulang piala Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 1967 untuk film Gadis Kerudung Putih dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di FFI 1975 untuk film Ranjang Pengantin.
